4 Skripsi Mahasiswa ilmu komunikasi Stisipol Candradimuka dengan Metode Penelitian Komunikasi Kualitatif Periode Tahun 2015-2020,Keren menurut SRI NADIA
4 Skripsi Mahasiswa Ilmu komunikasi Stisipol Candradimuka dengan Metode Penelitian Komunikasi Kualitatif Periode Tahun 2015-2020 ,Keren menurut SRI NADIA.
Dari beberapa skripsi yang saya baca di perpustakaan,semuanya sangat keren-keren dan membuat saya jadi terinspirasi untuk kedepannya membuat skripsi seperti apa,semua skripsi di perpus sangat lah tersusun rapi.
Ada pun skripsi-skripsi yang sudah saya baca di perpustakaan Stisipol
1.STRATEGI KOMUNIKASI
2.Judul : STRATEGI PEMBINA ASRAMA DALAM MENCIPTAKAN KEDISIPLINAN DI ASRAMA MAN 3 PALEMBANG.
3.Nama penulis skripsi :AIDIN NASIR.
Nama pembimbing skripsi : DRS.Mawardi.M.Si
Nama pembimbing skripsi : DRS.Mawardi.M.Si
4.Terdiri dari 66 halaman
5.Tahun pengesahan 2015
6.Abstrak Aidin Nasir 2015 strategi pembina dalam menciptakan kedisiplinan di Asrama MAN 3 Palembang dibawah bimbingan Ong berlian dan Mawardi.Kedisiplinan perlu di bentuk /ditanamkan dalam diri seseorang.dengan adanya pembentukan sikap disiplin,akan membentuk anak memiliki kepribadian yang mandiri dan bertanggung jawab.Metode pengumpulan data yaitu wawancara,observasi,dan dokumentasi.Dalam penelitian ini teknik pemeriksaan keabsahan data yang digunakan adalah teknik triangulasi.Dalam ini teknik triangulasi yang digunakan yaitu sumber lain.Penelitian ini menggunakan Penelitian KUALITATIF.
Lokasi penelitian adalah Asrama deskriptif kualitatif.yang membuat siswi menjadi pribadi yang unggul dan berprestasi,dengan demikian dapat dikatakan semakin tinggi kedisiplinan maka semakin tinggi pula prestasi belajar.Demikian pula sebaliknya,semakin rendah kedisiplinanmaka semakin rendah pula prestasi belajar.
Lokasi penelitian adalah Asrama deskriptif kualitatif.yang membuat siswi menjadi pribadi yang unggul dan berprestasi,dengan demikian dapat dikatakan semakin tinggi kedisiplinan maka semakin tinggi pula prestasi belajar.Demikian pula sebaliknya,semakin rendah kedisiplinanmaka semakin rendah pula prestasi belajar.
Kata kunci : Strategi Pembina Asrama MAN 3 Palembang.
Kesimpulan
Berdasarkan analisis data diketahui dengan mengendalikan siswi asrama pembina dapat mengetahui sejauh mana kedisiplinan diterapkan di dalam asrama .yang membuat siswi menjadi pribadi yang unggul dan berprestasi,dengan demikian dapat dikatakan semakin tinggi kedisiplinan maka semakin tinggi pula prestasi belajar.Dengan strategi yang baik dari pembina asrama yang mampu memahami pola pikir serta pendekatan yang persuasif dan sanksi yang tegas sesuaidengan pelanggaran yang dilakukan dan bersifat mendidik hukuman yang diberikan kepada siswa yang melanggar sehingga terciptanya kedisiplinan di asrama MAN 3 Palembang.
Kenakalan siswa dapat diatasi dengan cara bermacam-macam sesuatu dengan karakter pembinanya serta sejauh mana pembinanya serta sejauh mana pembina asrama memahami karakter da latar belakang siswa yang melanggar.Demikian kedisiplinan dapat tercipta dengan adanya keseriusan pengurus asrama dalam memberikan arahan dan pengertian kepada siswa bahwa disiplin merupakan budaya hidup siswa yang tinggal di asrama sehingga ketika mereka kembali kemasyarakat mereka siap dan mampu lebih disiplin dalam menjalani kehidupan untuk mengimplementasikan apa yang mereka dapat diasrama.
Berdasarkan analisis data diketahui dengan mengendalikan siswi asrama pembina dapat mengetahui sejauh mana kedisiplinan diterapkan di dalam asrama .yang membuat siswi menjadi pribadi yang unggul dan berprestasi,dengan demikian dapat dikatakan semakin tinggi kedisiplinan maka semakin tinggi pula prestasi belajar.Dengan strategi yang baik dari pembina asrama yang mampu memahami pola pikir serta pendekatan yang persuasif dan sanksi yang tegas sesuaidengan pelanggaran yang dilakukan dan bersifat mendidik hukuman yang diberikan kepada siswa yang melanggar sehingga terciptanya kedisiplinan di asrama MAN 3 Palembang.
Kenakalan siswa dapat diatasi dengan cara bermacam-macam sesuatu dengan karakter pembinanya serta sejauh mana pembinanya serta sejauh mana pembina asrama memahami karakter da latar belakang siswa yang melanggar.Demikian kedisiplinan dapat tercipta dengan adanya keseriusan pengurus asrama dalam memberikan arahan dan pengertian kepada siswa bahwa disiplin merupakan budaya hidup siswa yang tinggal di asrama sehingga ketika mereka kembali kemasyarakat mereka siap dan mampu lebih disiplin dalam menjalani kehidupan untuk mengimplementasikan apa yang mereka dapat diasrama.
7.Teori Middleton yang disusun seefektif mungkin dan seefisien mungkin untuk mencapai objek yang di tentukan.
8.Definisi operasional Variabel (Strategi Pembina Asrama MAN 3 Palembang)
dimensi Agama, indikator.
2.)STUDI FENOMENOLOGIS
2.Judul : INSTAGRAM SEBAGAI AJANG EKSISTENSI DIRI
(Studi Fenomenologi Mengenai Penggunaan Instagram Sebagai Ajang Eksistensi diri Pada Mahasiswa Ilmu Komunikasi STISIPOL Candradimuka Palembang)
3.Nama penulis :WIDYA SARI.
Nama pembimbing 1 : Dr.H.Mudasir,M.si
Nama pembimbing II : Dra.Lisdiana,M.si
4.91 halaman
5.Tahun 2017
6.Abstrak Widya Sari,2017 INSTAGRAM SEBAGAI AJANG EKSISTENSI DIRI (STUDI FENOMENOLOGI MENGENAI PENGGUNA INSTAGRAM SEBAGAI AJANG EKSISTENSI DIRI PADA MAHASISWA ILMU KOMUNIKASI STISIPOL CANDRADIMUKA PALEMBANG) di bawah bimbingan Mudasir dan Lisdiana.
Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pemahaman mahasiswa tentang dampak dari menunjukkan eksistensi diri di Instagram,untuk mengetahui realitas penggunaan Instagram untuk eksistensi diri mahasiswa,dan untuk mengetahui peningkatan rasa percaya diri terhadap mahasiswa pengguna Instagram yang menggunakan Instagram untuk ajang eksistensi diri.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan metode Fenomenologi dengan pendekatan penelitian kualitatif.Teknik pengumpulan data melalui observasi langsung ke lapangan,wawancara mendalam,juga penelusuran data lewat internet yang berkaitan dengan masalah yang di bahas.Objek penelitian ini adalah mahasiswa yang benar-benar aktif mengakses Instagram setiap harinya.
Berdasarkan hasil penelitian,peneliti memberi rekomendasi agar para pengguna Instagram tetap berhati-hati,baik dan bijak dalam menggunakan media sosial ini,gunakan Instagram untuk keperluan dan tujuan positif.
-Kesimpulan : Dari penelitian yang dilakukan oleh peneliti mengenai Instagram sebagai ajang eksistensi diri,khususnya pada mahasiswa ilmu komunikasi di STISIPOL candradimuka Palembang,maka penelitian menarik kesimpulan bahwa eksistensi seorang baik dan benar dapat di peroleh jika orang tersebut mendapat pengakuan yang baik dari orang lain atau lingkungan sekitarnya.
-Begitupula jika kita sudah mendapatkan sebuah eksistensi diri yang baik,maka kita pun akan secara mudah berteman dengan siapa saja.Dengan banyak nya jalinan pertemanan dengan remaja lain,kita akan mendapatkan informasi berguna lebih banyak.bukan hanya informasi tetapi kita juga akan berperan sebagai pemberi informasi kepada orang lain.
-Dan satu dan lagi,hanya pertemanan dan keeksistensian diri serta informasi yang kita dapatkan,tetapi kita juga akan mendapatkan hobi baru tergantung apa yang kita sukai media sosial Instagram.
7.Penelitian ini menggunakan teori kepribadian.Pengalaman individu,seperti membagikan foto dan video kedalam sebuah media sosial Instagram,perlu di perhatikan karena bisa mempengaruhi faktor-faktor yang mempengaruhi eksistens :
1.Spiritualitas
2.Kebebasan
3.Tnggung jawab
8.Desain Operasional
- Variabel Instagram sebagai ajang eksistensi diri "Studi Fenomenologi mengenai pengguna Instagram sebagai ajang eksistensi diri mahasiswa stisipol candradimuka Palembang"
-Dimensi spiritualitas,kebebasan,tanggung jawab.
-Indikator,Diri sendiri,sesama,agama,berekspresi,keterbukaan,keleluasaan,beban,kewajiban,dan mempertanggung jawabkan.
3.1.ANALISIS WACANA
2.Judul : ANALISIS WACANA (KONTROVERSI PEMBERITAAN TRANSPORTASI ONLINE VERSUS TRANSPORTASI KONVENSIONAL DI HARIAN SUMATERA EKSPRES)
3.Nama penulis skripsi : Ernawati
Nama dosen pembimbing I: Icuk M.Sakir,S.Sos,M.Si
Nama dosen pembimbing II : Dra.Lisdiana,M.Si
4.66 halaman
5.Tahun 2018
6.Abstrak : Kontroversi yang terjadi antara transportasi Online dan konvensional semakin menjadi,seperti yang di berikan oleh harian Sumatera Ekspres penelitian ini dilakukan untuk menjelaskan bagaimana harian sumeks mengembangkan wacana kontroversi pemberitaan yang terjadi antara transportasi Online versus transportasi konvensional di sepanjang tahun 2017,yang dimana banyaknya tuntutan diantara dua kelompok ini.
Penelitian ini dilakukan dirumah dengan cara membaca di harian Sumatera Ekspres melalui media Online atau internet.Dalam penelitian ini,penelitian menggunakan teknik pengumpulan data yang berdasarkan dari jenis sumbernya,ada dua jenis data yang digunakan yaitu sumber data premier dan skunder.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa harian Sumatera Ekspres tidak berpihak pada pihak mana pun dalam menyajikan pemberitaan tersebut.Beberapa wacana yang muncul sepanjang tahun 2017 menunjukkan bahwa Sumatera ekspres menyajikan pemberitaan yang bersifat netral.
Kesimpulan : Berdasarkan analisis yang dilakukan peneliti dengan menggunakan model Theo Leeuwen pada konvensional pemberitaan transportasi Online vs transportasi konvensional di harian Sumatera ekspres dapat di simpulkan beberapa poin :
1.Dalam menyajikan pemberitaan
2.Dalam memperoleh pemberitaan wartawan Sumatera ekspres selalu mencari kebenaran tentang berita yang akan di terbitkan.
3.Harian Sumatera ekspres tidak berpihak pada pihak mana pun dalam menyajikan pemberitaan.
4.Media berperan penting bagi masyarakat.
7.Teori yang di gunakan Theo Van leeuwen
1.Inclusion
2.ekslusion
8.Definisi operasional variabel (Kontroversi pemberitaan transportasi Online vs transportasi konvensional)
-Dimensi : Eksklusi dan Inklusi.
-Indikator : Strategi penghilang atau disembunyikannya aktor atau kelompok dalam pemberitaan
1.Pasivasi
2.Nominalisasi
3.Pengganti anak kalimat
Strategi pemarjinalan atau pengucilan aktor atau kelompok dalam pemberitaan
1.Differensiasi-indefferensiasi
2.Objektivasi-Abstraksi
3.Nominasi-Kategorisasi
4.Nominasi-identifikasi
5.Determinasi-indeterminas
6.Asimilasi-Individualisasi
7.Asosiasi-Diasosiasi.
4.SEMIOTIKA
2.Judul : PENDIDIK KARAKTER DALAM FILM ANIMASI (ANALISIS SEMIOTIKA DALAM FILM UPIN-IPIN EPISODE GENG PENGEMBARA BERMULA)
3.Nama penulis skripsi : Ardiman
Nama pembimbing I : Dr.H.Mudasir,M.Si
Nama pembimbing II: Drs,H.Bangun p.lubis,M.Si
4.96 halaman
5.Tahun 2017
6.Abstrak : Objek penelitian ini adalah scene atau adegan-adegan yang mengandung nilai pendidik karakter.jenis data yang digunakan adalah data premier yaitu berupa film animasi upin dan ipin episode Geng;pengembara bermula,data sekunder yaitu dengan cara mencari referensi dari buku,artikel,internet,dokumen,literatur,dan jurnal yang berhubungan dengan penelitian.
Terdapat sembilan nilai pendidik karakter yaitu : Relijius berupa etika bertamu dan sholat,Tolerasi berupa menghargai perbedaan,Disiplin berupa disiplin berlalu lintas,Rasa ingin tahu berupa mencari lebih lanjut informasi yang di dapat,Cinta tanah air berupa keamanan negara dan pribahasa,Komunikatif berupa aktif berinteraksi,Peduli lingkungan yaitu berupa larangan memburu hewan yang di lindungi,Peduli sosial yaitu membantu orang yang sedang kesusahan,Tanggung jawab yaitu berupa tanggung jawab atas perbuatannya.
Kesimpulan : Di dalam film upin-ipin episode Geng;pengembara bermula terdapat sembilan nilai pendidik karakter yaitu relijius berupa etika bertamu dan sholat.
-Dari hasil analisis penelitian memukau bahwa pendidikan karakter tidak hanya di dapat dari sekolah saja.
-Nilai pendidik karakter yang tidak termasuk di dalam film Geng;pengembara bermula yaitu jujur,kerja keras,kreatif mandiri.
8.Teori semiotika
Alhamdulilah tugas Analisis 4 judul skripsi sudah selesai,Mohon maaf buk kalau ada kesalahan di penulisan ini,tugas yang ibuk berikan ini membuat kami semua terinspirasi untuk kedepannya buat skripsi yang judulnya sepertia apa,kami sangat antusias datang di perpus berama-ramai untuk membaca banyaknya skripsi,dan dari tugas ini juga membuat kami banyak membaca dan banyak pengalamanya,Terimakasih buk.




Komentar
Posting Komentar