Etika PR
Menurut James E. Grunig, para profesional public
relations seringkali dihadapkan pada upaya untuk menanggulangi berbagai
permasalahan etika sebagai individu yang membuat keputusan tentang kehidupan
profesional mereka. Para profesional public relations juga harus memberikan
pelayanan sebagai konsultan untuk membantu sebuah organisasi agar memiliki
cara-cara yang etis, bertanggung jawab, dan keberlanjutan. Dengan demikian,
etika public relations menekankan pada implikasi-implikasi etis dari berbagai
strategi dan taktik yang diterapkan untuk mengatasi masalah yang dihadapi
public relations dan komunikasi dari sebuah organisasi.
- Veracity
(to tell the truth)
Prinsip atau pilar pertama etika public relations sebagai industri komunikasi
adalah menyampaikan kebenaran. Sebagai sebuah prinsip etika, konsep veracity
(to tell the truth) atau mengatakan atau menyampaikan kebenaran merupakan tahap
awal bagi dasar-dasar asumsi tentang berperilaku etis.
- Non-maleficence
(to do no harm)
Konsep non-maleficence (to do no harm) merupakan prinsip dasar perilaku moral.
Sebagai salah satu pilar atau prinsip etika dalam bidang public
relations, prinsip ini menyediakan satu analisis pertanyaan dari berbagai
keputusan yang telah dipilih oleh organisasi sebelum organisasi tersebut
memutuskannya. Pertanyaan itu adalah “apakah tindakan saya menyakiti orang
lain?”. Hal ini bukanlah akhir dari analisis melainkan suatu langkah awal. Kita
cenderung untuk menghindari melakukan hal-hal yang dapat menyakiti orang lain
sebisa mungkin. Namun terkadang, apa yang kita lakukan dapat menyakiti orang
lain walaupun tanpa kita sadari. Terkait dengan hal ini, apa yang kita lakukan
tersebut bukan berarti kita berperilaku tidak etis kepada orang lain.
Konsep beneficence (to do good) merupakan bentuk lain dari prinsip menghindari
menyakiti orang lain namun lebih proaktif. Dengan mencari kesempatan untuk
melakukan hal-hal baik dapat membantu dalam proses pembuatan keputusan tentang
moralitas relatif dari berbagai kegiatan public relations. Misalnya,
ketika mengembangkan program hubungan komunitas dengan cara mencari sponsor
untuk kegiatan amal yang merupakan kegiatan yang dapat memberikan
kebaikan bagi publik.
- Confidentiality
(to respect privacy)
Prinsip atau pilar berikutnya adalah confidentiality (to respect privacy) atau
menghormati wilayah pribadi orang lain dengan tetap menjaga kerahasiaan
informasi. Hal ini merupakan salah satu sifat pengambilan keputusan etis
terkait dengan fungsi komunikasi publik. Dalam komunikasi publik, seringkali
terjadi konflik antara kebutuhan untuk menyampaikan kebenaran dan prinsip
kesetaraan dalam menjaga wilayah pribadi. Pengambilan keputusan yang etis tidak
akan dapat dilakukan jika tidak diimbangi dengan tindakan nyata.
- Fairness
(to be fair and socially responsible)
Prinsip atau pilar yang terakhir dalam etika public relations adalah konsep
fairness (to be fair and socially responsible) keadilan dan tanggung jawab
sosial. Kita selayaknya mencoba untuk saling menghormati setiap individu dan
masyarakat agar keputusan yang kita ambil adalah keputusan yang adil bagi semua
pihak.
Kelima prinsip atau pilar tersebut merupakan pedoman bagi pengambilan keputusan
etis dalam berbagai praktik public relations. Kelima prinsip atau pilar
tersebut juga merupakan jembatan penghubung antara aspek teoritis dari etika
sebagai bidang studi filsafat dan cara bagaimana teori-teori tersebut
diwujudkan dalam tataran praktis.
Para profesional public relations yang telah menerapkan model etika dalam
tugasnya, maka akan dapat memilih cara-cara yang etis untuk membentuk citra
sebuah organisasi. Karena itu, badan profesional public relations di seluruh
dunia telah mengembangkan kode etik bagi para profesional public relations.
Berbagai organisasi public relations seperti The Canadian Public Relations
Society atau the International Public Relations Association telah memiliki kode
etik tersendiri, begitu pula dengan Perhimpuan Hubungan Masyarakat Indonesia.
Manfaat Mempelajari Etika Public Relations
Mempelajari Etika Public Relations dapat memberikan manfaat bagi kita
diantaranya adalah sebagai berikut :
- memahami
pengertian etika.
- memahami
pengertian etika public relations.
- memahami
prinsip-prinsip dalam etika public relations.
- memahami
landasan teori etika public relations.
- memahami
landasan dibentuknya kode etik profesi public relations
Menurut Karey Harrison dan Chris Galloway (2005), para
profesional public relations di dalam menjalankan tugasnya memberikan informasi
terkait pengambilan keputusan mempertimbangkan beberapa hal yaitu pedoman dan
model yang direkomendasikan termasuk di dalamnya kode etik public relations. Hal
ini memang tidak menjamin etis tidaknya perilaku para profesional public
relations, namun adanya pedoman atau kode etik dapat memberikan koridor bagi
para profesional public relations dalam menjalankan tugasnya sebagaimana kode
etik wartawan dalam ranah jurnalistik.
Komentar
Posting Komentar